Panggilan Terhadap Orang Muda
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" seruan ini menjadi dasar pemikiran orang muda untuk terlibat aktif dalam pelayanan. Orang muda dipanggil bukan karena banyaknya talenta yang anda miliki, bukan karena harta yang anda punyai, tapi ketulusan dalam mengamalkan Iman percaya anda. Sadarkah saudara, bahwa tenaga, harta, talenta dan karunia yang ada padamu dimintakan untuk menerima panggilan kudus ini.
Boleh jadi kita seperti Musa sewaktu dipanggil, ada dalih yang kita buat supaya kita menolak anggilan itu. "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." Ini adalah alasan utama orang muda enggan melayani. Alasan pertama, tidak pandai bicara. Aku takut mau ngomongin apa, mau mulai darimana, dan bicara dengan siapa, apalagi bicaranya terhadap orang-orang besar. Saya takut bicara, saya takut karena tidak pandai bicara. Alasan kedua berat mulut dan berat lidah. Mulut akan terus menerus berat jika tidak dilatih. lidah akan terasa berat berucap jika berat membicarakan hal-hal penting dan berkomunikasi dengan banyak orang.
Tuhan selalu memanggil orang muda untuk terlibat aktif membicarakan kebaikan kasih Tuhan kepada semua orang. Hai orang muda, apa arti sebuah panggilan dalam hidupmu jika di kau masih mengeraskan hati dalam hidupmu? Tuhan mengatakan, "Aku adalah Aku" yang selalu memberikan jalan terbaik dalam hidup. Hikmat berbicara kepada mata dan masuk ke dalam hati; karena ia berbicara dengan Allah di dalam pekerjaan penciptaan-Nya. Hikmat Allah akan menutun orang muda yang mau dibentuk oleh-Nya. Nama Yesus sekarang telah menjadi bagian kosa kata kesaksian dari ribuan orang muda dan tua. Kedatangan Kristus kedua kali, lahir baru, apa arti Yesus sekarang bagi kita telah menjadi topik percakapan setiap hari. Lagu-lagu pengalaman keagamaan sedang bersaing dengan lagu-lagu romantis. Kebangunan sedang terjadi sebelumnya dan sedang menyempurnakan hasilnya yang mencengangkan. Tetapi sekarang, sebagaimana yang belum pernah terjadi sebelumnya, sedang terjadi pada orang muda.
Orang-orang muda dari rumah-rumah yang nyaman, yang miskin, pemakai obat terlarang, dari yang berpendidikan tinggi telah digerakkan untuk menerima Kristus dan mereka memiliki jumlah yang besar. Ribuan telah mengalami pengalaman yang ajaib dalam pertobatan.
Tetapi bagaimana dengan pertumbuhan ke arah Kristus dalam tiap hari dan tiap minggu dan tiap bulan? Bagaimana dengan pengalaman seumur hidup yang kita sebut penyucian?
Orang Kristen yang benar-benar disucikan tidak hanya berbicara tapi juga menghidupkan kehidupan yang menyaksikan bahwa dia, fakta membuktikan, adalah pengikut Yesus Kristus Tuhan.
Jalan kepada kehidupan yang kekal tidaklah mudah. Ini disebutkan dengan kata “lurus” di dalam Alkitab. Kita beperang melawan musuh di luar dan di dalam diri yaitu kecenderungan berbuat dosa dan kelemahan-kelemahan sendiri. Ada banyak jalan yang menyimpang. Dan tentu saja akan selalu ada jalan yang luas dengan panggilannya yang mengerikan. Hal-hal yang palsu akan ditawarkan setan untuk membingungkan dan membuat kita takut. Tetapi, puji Tuhan, ada petunjuk-petunjuk yang jelas yang menunjukkan kepada kita jalan pada kehidupan kekal.
Bisakah Tuhan menggunakan pekerjaan mujizat melalui mereka yang menyerukan pengampunan dosa oleh Yesus tetapi sedang mengajarkan orang untuk mengabaikan sepuluh Hukum Tuhan sebagai sesuatu yang tidak diperlukan atau tidak mungkin?
Sangat jelas kalau kita belajar dari sejarah bahwa tidak semua kebangunan rohani diinspirasikan oleh Tuhan. Yang palsu akan muncul tiap kali ada yang asli. Alkitab mengatakan bahwa setan akan melakukan mujizat. Dia akan, jika mungkin, menipu yang terpilih. Kita tidak selalu bisa mempercayai apa yang kita lihat dan rasa.
Ketika Firman Tuhan dikhotbahkan dengan setia, di manapun juga hasilnya akan menegaskan keIlahian Firman tersebut. Roh Tuhan menyertai pesan dari para hamba-Nya, dan Firman itu penuh dengan kuasa. Orang berdosa merasakan hati nurani yang dibangkitkan. “Cahaya … yang menerangi setiap orang yang hidup di dunia ini” menyinari bagian terdalam dari jiwanya dan menyatakan hal-hal yang tersembunyi. Kesadaran yang mendalam akan keadaan mereka yang sesungguhnya memenuhi hati dan pikiran. Mereka diyakinkan akan dosa, akan kebenaran, dan akan penghakiman yang akan datang. Mereka mendapatkan pemahaman akan kebenaran Yehovah dan merasakan kegentaran untuk berdiri, dalam kesalahan dan kenajisan mereka, di hadapan Dia yang menyelidiki hati setiap manusia.
Dengan iman dan kerendahan hati mereka menerima Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Melalui darah Yesus mereka mendapatkan “pengampunan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu.”
Panggilan Kudus ini akan terasa bermakna jika orang muda mau mengakui Yesus sebagai Juruslamat pribadinya, mau mengakui bahwa Firman Tuhan adalah baik untuk kehidupan yang mampu mengubahkan pola pikir sesuai dengan tabiat Kristus.
Jiwa-jiwa ini menampilkan buah-buah pertobatan. Mereka percaya dan dibaptis, dan bangkit berjalan dalam suatu hidup yang baru—makhluk yang baru di dalam Kristus Yesus; tidak lagi hidup berdasarkan nafsu yang terdahulu, tetapi oleh iman kepada Anak Allah untuk mengikuti di dalam jejak-Nya, untuk memantulkan karakter-Nya, dan untuk menyucikan diri mereka sebagaimana Dia adalah suci. Hal yang dahulu mereka benci sekarang mereka kasihi, dan hal-hal yang dahulu dikasihi sekarang dibenci. Yang sombong dan suka menonjolkan diri sendiri menjadi lemah lembut dan rendah hati. Yang congkak dan mencintai diri sendiri menjadi sungguh-sungguh dan tidak suka menonjol. Yang duniawi menjadi taat, yang mabuk menjadi sadar, dan yang cabul menjadi murni. Kebiasaan dan mode dunia yang fana disingkirkan. Umat Kristen tidak “mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah; tetapi . . . yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” (1 Petrus 3:3-4).
Kebangkitan rohani akan membawa penyelidikan hati yang dalam dan kerendahan hati. Kebangkitan itu ditandai dengan permohonan yang khidmat dan yang sungguh-sungguh kepada orang berdosa, dengan kerinduan kasih sayang yang didapat dalam tebusan darah Kristus. Para pria dan wanita berdoa dan bergumul dengan Tuhan untuk keselamatan jiwa-jiwa. Buah-buah dari kebangkitan yang demikian terlihat nyata melalui jiwa-jiwa yang tidak undur terhadap penyangkalan diri dan pengorbanan, tetapi bersukacita karena mereka dihitung layak untuk menjalani derita dan ujian bagi Kristus. Sesamanya melihat transformasi dalam kehidupan mereka yang mengakui nama Yesus. Lingkungan di sekitar terberkati oleh pengaruh mereka. . . .
Ini adalah hasil daripada pekerjaan Roh Tuhan. Pertobatan yang sungguh hanya dapat dibuktikan melalui sebuah pekerjaan reformasi.Jika ia memperbaharui janjinya, mengembalikan yang telah dirampas, mengakui dosa-dosanya, dan mengasihi Tuhan serta sesamanya manusia, maka orang berdosa tersebut dapat yakin bahwa ia telah berdamai dengan Tuhan. Sedemikian besarlah dampaknya sehingga diikuti dengan masa-masa kebangkitan rohani. Dinilai oleh buah-buahnya, mereka dikenal sebagai umat yang diberkati Tuhan untuk mengabarkan keselamatan bagi sesamanya dan mengangkat kemanusiaan.
Berbahagialah mereka yang membaca dan mau dituntun kehidup yang lebih baik, lebih khusus memaknai panggilan kudus buat orang muda. Selamat melayani.
Komentar
Posting Komentar